Kisah Pilu
"Ma, Kita Mau Main ke Mana?" Kisah Pilu Bocah yang Diju4l Ibunya Demi Ponsel Baru
Dunia seolah berhenti berputar saat mendengar nasib malang RZ, bocah mungil yang baru berusia 3 tahun. Tanpa dosa, ia menyambut ajakan ibu kandungnya, IJ (26), untuk pergi bermain. Namun, genggaman tangan sang ibu hari itu bukanlah menuju taman bermain yang penuh tawa, melainkan menuju sebuah tr4nsaksi gelap yang tak terbayangkan.
IJ tega menyerahkan darah dagingnya sendiri kepada sindik4t perd4gangan m4nusia untuk dibawa ke pedalaman Jambi. Alasan di baliknya sungguh menyesakkan dada yaitu uang. RZ dihargai Rp21 juta, meski sang ibu baru menerima Rp17,5 juta.
Yang lebih memilukan, uang hasil menjual anaknya itu tidak digunakan untuk keadaan darurat, melainkan ludes sekadar untuk membeli ponsel baru dan biaya perawatan di salon. Seolah-olah, kecantikan wajah dan gadget canggih jauh lebih berharga daripada pelukan hangat sang anak.
Kebenaran akhirnya terungkap berkat kecurigaan sang ayah dan bibi korban yang melihat IJ tiba-tiba memiliki banyak uang, sementara RZ tak kunjung pulang. Setelah sempat berbohong, IJ akhirnya mengaku di kantor polisi bahwa ia telah menjual anaknya.
Kini, IJ bersama sembilan orang lainnya telah ditahan. RZ memang telah ditemukan dan diselamatkan, namun luka di hati kecilnya mungkin akan membekas selamanya. Kisah ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa harta yang paling berharga bukanlah apa yang kita genggam, melainkan jiwa-jiwa kecil yang dititipkan Tuhan kepada kita untuk dijaga, bukan untuk dihargai dengan rupiah.

Komentar
Posting Komentar